Pengaruh Media Online terhadap Minat Literasi di Indonesia


Pengaruh Media Online terhadap Minat Literasi di Indonesia



        Posisi tingkat literasi Indonesia yang masih rendah membuat pemerintah gencar melakukan berbagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Misalnya dengan diadakan pojok baca di sekolah-sekolah. Namun pada kenyataannya, kurangnya fasilitas dan motivasi, program ini hanya sebagai formalitas dari dunia pendidikan. minat baca rendah bukan hanya pada bacaan ilmiah, namun dalam jenis bacaan sastra pun Indonesia masih tergolong rendah. Meski demikian, masyarakat Indonesia diketahui banyak memanfaatkan waktunya untuk berselancar di berbagai media sosial untuk mengisi waktu luang dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti diskusi, bahkan rapat. Dilihat dari peristiwa tersebut maka media sosial menjadi potensi untuk meningkatkan minat literasi.
          Beberapa orang berpendapat menggunakan media sosial sebagai sarana meningkatkan literasi adalah kekeliruan. Mereka beranggapan bahwa tidak efektif dan efisien. Dikatakan tidak efektif karena orang cenderung akan mudah berganti pada konten-konten lain. Selain itu, di Indonesia banyak produk-produk literasi seperti e-book atau jurnal yang kebanyakan tidak dapat diakses oleh publik. Sehingga publik banyak yang menunda atau memilih aktivitas lain dalam media sosial. Literasi secara online atau melalui media sosial dinilai tidak efisien oleh banyak pihak karena harus melalui instal applikasi atau harus registrasi dengan berbagai ketentuan yang tidak harmonis dengan manusia sekarang yang cenderung ingin instan sehingga teralihkan dengan game atau hiburan lainnya.
         Akan tetapi media sosial apabila dikelola dengan baik dan dikemas secara menarik akan memicu minat pada literasi. Dengan adanya aplikasi desain grafis atau ilustrasi seperti AI, Photosop, Coreldraw dan sejenisnya kita bisa membuat konten literasi lebih menarik dan tentunya menambah nilai tersendiri. Apabila konten literasi dikemas dengan menarik dan dituangkan dalam bentuk dokumen atau sebuah infografis atau poster memiliki pengunjung/pembaca lebih banyak. Web atau penyedia jurnal gratis di Indonesia lumayan banyak, apabila terkendala dalam proses registrasi atau lain sebagainya maka hal yang perlu dilakukan adalah sosialisai terkait registrasi atau membuat ringkas sehingga tidak terkesan rumit. Serta memperbanyak konten gratis yang dilakukan pemerintah sehingga pembaca bisa mendapat fasilitas literasi yang juga bisa dijadikan pendukung pendidikan akademik yang memadai.
Potensi literasi Indonesia bisa dikatakan sangat besar bila dibarengi dengan pemanfaatan bersama media sosial yang tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan konten atau bahan literasi online gratis yang dapat diakses oleh semua pihak dapat dijadikan tantangan yang perlu direspon secara cepat dengan melibatkan pemerintah maupun komunitas literasi. Selain itu peningkatan minat literasi juga bisa melalui pembuatan konten yang menarik. Oleh karena itu pemanfaatan media sosial atau media online lainnya bisa dikatakan berpengaruh besar pada peningkatan literasi di Indonesia tergantung dari kita menyikapi dan bagaimana mengemas literasi secara efektif dan efisien.
               

Komentar